Pohon Jengkol yang Berujung Kematian Seorang Siswa SD

Oleh:   detail detail   |   Maret 06, 2019
TERSANGKUT: Jasad korban tersangkut di atas pohon jengkol. (FOTO/Iyal)

DETAIL.ID, Tebo - Warga Teluk Keloyang, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jambi sempat mengamuk. Mereka mendatangi  Sekolah Dasar Negeri (SDN) 66 yang berada di wilayah itu.

Begitu datang, warga langsung memaksa masuk, mencari seorang guru yang diduga jadi biang kerok kematian seorang siswanya.

Di sekolah itu, sempat terjadi bentrok antara warga dan guru. Akibatnya, salah seorang guru mengalami luka lebam pada bagian bawah mata akibat terkena pukul warga.
NGAMUK: Warga sempat mengamuk ke sekolah korban. (FOTO/Iyal)
Kemarahan warga gara-gara kematian siswa SDN 66 tersebut yang bernama Kevin Arwana Khirom. Kevin meninggal dunia di atas pohon jengkol, Selasa siang (5/3/2019).

“Tadi korban bersama temannya manjat pohon jengkol. Temannya jatuh. Korban tersangkut di atas pohon dan meninggal dunia. Kalo nasib temannya ndak tahu,” kata salah seorang warga.

Informasi yang dirangkum detail, anak dari pasangan bapak Nawai dan ibu Mawriyah ini meninggal dunia karena kesentrum aliran listrik PLN kala hendak mengambil buah jengkol.

Sementara, informasi yang berkembang di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban memanjat dan mengambil buah jengkol tersebut karena disuruh oleh salah seorang guru di tempat korban sekolah.

Aksi warga ini mereda setelah pihak kepolisian dari Polsek Tebo Ulu dan dibantu beberapa warga menenangkan amukan warga.

Kapolsek Tebo Ulu, IPTU Iswahyudi membenarkan insiden ini. “Korban bernama Kevin Arwana Khirom siswa SDN 65 Desa Teluk Kloyang Kecamatan Tabo Ulu. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat terkena aliran listrik,” kata Iswahyudi.

Untuk antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, kata Iswahyudi, kegiatan belajar dan mengajar di SD tersebut terpaksa dihentikan. Selain itu, pihak kepolisian telah mengamankan dewan guru yang nyaris menjadi sasaran amukan warga.

“Kita juga melakukan pengawalan terhadap guru-guru yang hendak keluar dari sekolah, karena situasi sekolah tidak kondusif,” ujarnya pula.

Ditanya kebenaran terkait informasi bahwa korban disuruh gurunya memanjat pohon jengkol tersebut, Iswahyudi belum bisa menyimpulkan. “Saat ini masih kita selidiki kebenarannya. Kita juga tengah menyelidiki penyebab korban meninggal dunia,” katanya.

(DE 01/DE 02)

Tampilkan Komentar