Hasan Gondrong, Sang Aktivis Buruh Itu Telah Berpulang

Oleh:   Media Detail Media Detail   |   Agustus 17, 2018
Almarhum M. Hasan
DETAIL.ID – Jambi kembali berduka. Aktivis pendamping petani dan buruh, M. Hasan wafat sekitar jam 11.00 pada Jumat, 17 Agustus 2018, dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Theresia, Kota Jambi. Ia wafat pada usia 46 tahun.

Kabar ini sontak mengagetkan banyak pihak karena Hasan dikenal selalu sehat, dengan aktivitas yang cukup padat. Bahkan, belakangan Hasan dikenal aktif menggunakan jejaring media sosial dalam menyampaikan aspirasinya.

Sejak pagi, kolega almarhum Hasan yaitu Tri Joko -- Ketua LP2LH -- menemani Hasan di rumahnya yang berada di Kumpeh, Muarojambi. Jam 10 pagi, Tri Joko bersama Hasan meletakkan batu pertama pembangunan panggung seni dan kreasi alam. Lokasinya tak jauh dari kediaman pribadi Hasan.

Jam 11.30 Hasan mandi dan tiba-tiba terjatuh. Tri Joko beserta keluarga membawa Hasan ke RS Theresia, namun setiba di sana, Hasan sudah dinyatakan dokter wafat. "Kami langsung membawanya ke ruangan IGD, namun ternyata diperkirakan dokter, dalam perjalanan Hasan sudah wafat. Diduga akibat serangan jantung," kata Tri Joko kepada detail pada Jumat 17 Agustus 2018.

Setelah disemayamkan di kediamannya, jenazah Hasan langsung dimakamkan sekitar jam 16.00. FOTO/Gordon
Beberapa kolega dan kerabat Hasan ikut mengantarkannya ke pemakaman pada jam 16.00. Tampak Mantan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus; Ketua DPRD Kota, M. Nasir, pengacara Adri SH, M. Chudori, Donny Pasaribu, Aidil Putra, dan sejumlah orang dari berbagai kalangan.

Almarhum Hasan adalah mantan Koordinator Wilayah (Korwil) KSBSI periode 1999-2002. Setelah itu, dia aktif mendampingi petani dengan Yayasan Sanak, kemudian Hasan sempat mendirikan lembaga anti korupsi. Terakhir, Hasan bergabung dalam Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH) dan tengah merencanakan program wisata edukasi.

Sebelum menjadi seorang aktivis, Hasan pernah menjadi buruh di PT Sumatra Timber Utama Damai (STUD) -- salah perusahaan plywood terbesar yang pernah ada di Jambi. "Sampai tahun 2017, Hasan selalu aktif mengadvokasi isu tentang buruh. Terakhir soal isu tentang upah minimum sektor provinsi hingga rekan-rekan buruh migas menikmati standar upah tersendiri," kata Korwil SBSI, Roida Pane.

Semasa hidupnya, Hasan dikenal hidup bersahaja. "Kemanapun dia pergi selalu mengenakan kaos oblong dan bersendal jepit, dengan potongan rambut selalu gondong. Bicaranya selalu bersemangat sehingga bisa membakar semangat para buruh," ujar Roida. (DE 01)

Tampilkan Komentar