Bertemu Pengurus KWI, Jokowi Sampaikan Menjaga Keragaman, Kerukunan, dan Persatuan

Oleh:   Media Detail Media Detail   |   Agustus 25, 2018
Presiden Joko Widodo sedang memberikan kata sambutan ketika bertandang ke kantor KWI di kawasan Menteng, Jakarta. FOTO/Biro Pers Setpres
DETAIL.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo pada Jumat, 24 Agustus 2018 pagi bersilaturahmi ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. 

Tiba pada pukul 08.50 WIB, didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden disambut langsung oleh Ketua Presidium KWI Mgr. Ignatius Suharyo dan Sekretaris Jenderal KWI Mgr. Antonius Bunjamin Subianto.

Dalam silaturahmi ini, Jokowi dan jajaran pengurus KWI melakukan pembicaraan dan bertukar pikiran mengenai Pancasila dan kebangsaan. Saat memberikan pernyataan selepas pertemuan, Jokowi mengatakan bahwa dirinya juga menerima laporan tentang sejumlah permasalahan di daerah.

"Di dalam pertemuan saya menyampaikan yang berkaitan dengan Pancasila, keragaman, perbedaan agama, suku, adat, dan tradisi yang terus harus kita rawat dan menjaga persaudaraan, kerukunan, dan persatuan. Terakhir beberapa hal yang berkaitan dengan isu-isu di daerah," tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan vonis yang diberikan kepada salah seorang warga di Tanjung Balai, Medan, Sumatra Utara. Jokowi mengatakan bahwa terhadap kasus itu, dirinya tidak dapat mengintervensi pengadilan.

"Saya tidak bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan di wilayah hukum pengadilan. Saya sendiri kan baru saja digedok pengadilan di Palangkaraya, bersalah karena urusan kebakaran," kata Jokowi.

Namun Jokowi mengatakan bahwa seseorang yang telah divonis pengadilan tingkat pertama dapat melakukan upaya hukum banding. “Itu kan ada proses banding,” ujar Jokowi.

Untuk diketahui, sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga bersilaturahmi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor mereka yang juga berada di kawasan Menteng. Jokowi juga menyerahkan hewan kurban berupa dua ekor sapi untuk didistribusikan dan diproses sesuai dengan syariat. (*)

Tampilkan Komentar