Proyek Irigasi Sawah di Sekoja, Amburadul

Oleh:   Media Detail Media Detail   |   Maret 05, 2018

Besi menyembul keluar karena tak dikerjakan dan pekerjaan yang tertutup dengan semak FOTO/Ardi
DETAIL.ID – Tahun 2017 memang sudah berlalu. Namun kenyataannya, Fatri Suandi masih menyisakan pekerjaan yang hasilnya amburadul. Padahal Kepala Dinas PUPR Kota Jambi pada tahun ini memasuki masa pensiun.

Tak percaya? Tengoklah Proyek Pembangunan Daerah Irigasi Danau Teluk dan Pelayangan. Lokasi di Seberang Kota Jambi (Sekoja). Proyek yang dikerjakan CV Miftahul HAQ Tbi ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Jambi tahun anggaran 2017.

Tak jelas berapa anggarannya karena papan proyek tak mencantumkan nilai pekerjaan. Hanya tercantum kontrak dan tanggal kontrak serta masa pelaksanaan.

Di sebelah papan proyek terdapat papan lain yang berbunyi bahwa pekerjaan tersebut didampingi oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Jambi.

Pantauan detail di lapangan, proyek irigasi ini kualitasnya di bawah standar Dinas PUPR. Besi menyembul di sebagian besar dinding irigasi yang tampak keropos. Padahal mestinya pekerjaan besi itu dipoles dengan cor semen. Dinding irigasi pun tampak di beberapa sisi, retak.

Itu baru proyek kali gawe kiri. Sementara tak jauh dari sana juga terdapat proyek kali gawe kanan. Nama proyeknya juga sama Proyek Pembangunan Daerah Irigasi Danau Teluk dan Pelayangan. Dikerjakan oleh CV ROS. Kualitas pekerjaannya tak jauh beda.

Pekerjaan jalan menuju pintu air yang ditelantarkan begitu saja FOTO/Ardi
Bedanya proyek kali gawe kanan ini terdapat jalan setapak cor beton yang terputus di kedua sisi. Plus pintu air yang kualitasnya juga mengenaskan.

Direktur LSM Development Global Of Reform (DOGER), Jonie Gaol menilai bahwa kedua proyek itu mesti diproses secara pidana karena aroma korupsinya terasa kuat. Jonie berkata pada dinding ditemukan retakan yang sangat berpengaruh pada kekuatan konstruksi dinding saluran.

"Yang tak masuk akal adalah pemasangan besinya, sampai separah itu. Kok sampai segitu parahnya kualitas pekerjaan Dinas PUPR Kota Jambi," katanya kepada detail, Senin (5/3/3018) siang.

Jonie menambahkan, bila merujuk pada standar Ke-PU-an, hal ini jelas menunjukkan bahwa lemahnya pengawasan sehingga upaya penipuan di lapangan sangat kentara. "Kita lihat saja yang dipakai adalah kerikil. Padahal kerikil tidak boleh dipergunakan untuk mencapai mutu beton terendah sekalipun yaitu K 175. Patut diduga proyek ini hasil bancakan," ujarnya. (DE 01/DE 03)

Tampilkan Komentar