Gedung LPMP, Kapan Rampung?

Oleh:   Media Detail Media Detail   |   Desember 29, 2017
DIKEBUT: Pekerjaan gedung LPMP yang menelan dana Rp 5,4 miller yang masih terus dikebut menjelang tutup tabun. Foto: Jonie
DETAIL.ID – Tahun 2017 tinggal tersisa tiga hari lagi namun masih ada saja pekerjaan pembangunan yang tak kunjung selesai. Tengoklah pembangunan peningkatan Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jambi yang berlokasi di Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Pekerjaan itu menelan dana Rp 5,4 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017 dapat dipastikan tidak selesai. Soalnya, pekerjaan itu masih menyisakan sejumlah item pekerjaan baik coran maupun perapiannya.

Dari pantauan di lapangan sudah dapat diprediksi tidak akan selesai hingga berakhirnya tahun anggaran 2017. “Ada kesan pembangunan gedung ini dipaksakan. Baik dari proses lelang hingga terbitnya kontrak. Sementara pembangunan gedung ini diawali dengan merobohkan gedung lama hingga pembersihan. Jadi ini tidak mungkin selesai!” kata Ketua Sahabat PUPR Indonesia (SAPRIN) Provinsi Jambi, Dasril Dusky, pada Jumat (29/12/2017) sore kepada detail.id.

Dasril menemukan kejanggalan dimulai sejak proyek itu diajukan. Nama pekerjaannya peningkatan namun sesungguhnya pekerjaan itu boleh dibilang membuat bangunan baru. Hanya tersisa pondasi, selebihnya bangunan baru dengan konstruksi baru.

Menurutnya, gedung yang dibangun dengan konstruksi baja itu memiliki berbagai kendala, terkait penyatuan atau penggabungan baja dengan beton. Butuh ketelitian untuk menyatukan beton dengan baja. Kata Dasril, untuk mengerjakannya pun membutuhkan tukang yang memiliki keahlian khusus.

“Fakta di lapangan, dinding praktis yang digabungkan dengan struktur baja ternyata tidak dapat menyatu dengan sempurna. Terbukti, terjadi keretakan dan patah. Dugaan kami, kualitas beton yang ditempel dengan baja itu di bawah standar,” ujarnya.

Namun demikian, Dasril menambahkan, dinding yang rusak tersebut tetap saja digunakan setelah disambung dengan PC (Pasir Semen). Secara teknis jelas tidak akan menyatu maksimal karena, terkait umur beton lama dengan yang baru.

“Jika saja dinding patah tersebut akan disambung dengan benar tentu bukan dengan cara demikian. Ada cara perkuatan dan penyambungan beton yang benar yaitu dengan Sealent Concrete,” kata Dasril menjelaskan.

Secara terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Peningkatan Gedung  Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jambi, Yusrizal mengatakan siap menghitung hasil progres di lapangan bila sampai batas 31 Desember 2017 ini tidak selesai.

“Kita tinggal hitung saja progres (kemajuan) pekerjaannya. Saya tunggu sampai akhir tahun ini,” katanya kepada awak media melalui saluran selulernya, Jumat (29/12/2017) malam.

Yusrizal menjelaskan bahwa mereka telah memberi warning kepada pelaksana pekerjaan tersebut yaitu PT Jangga Persada agar dapat menyelesaikan pekerjaan itu tepat waktu.

“Pekerjaan itu selalu kita pantau. Kalau ingin lebih jelas silakan tanya langsung dengan kontraktornya di lapangan. Kapan mereka bisa selesaikan pekerjaan itu,” kata Yusrizal seraya mengakhiri pembicaraan lewat telepon genggam. (DE 01/DE 03)

Tampilkan Komentar